loading...
Dalam rangka persiapan menuju All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia melaksanakan proses aklimatisasi
X
KEPADA PENGIKLAN : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan GABUNG dengan blog kami Melalui, |||WHATSAPP +6285725046957 ||| HALAMAN FACEBOOK ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| TIKTOK ||| Kami, Salam Admin Perssilam Silampari News ||| Bagikan ||| TERIMA KASIH

Dalam rangka persiapan menuju All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia melaksanakan proses aklimatisasi

Dalam rangka persiapan menuju All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia melaksanakan proses aklimatisasi (Foto: Instagram @rianardianto)

Perssilam - Tim bulutangkis Indonesia giat maksimalkan persiapan. Mereka siap tampil di All England Open Badminton Championships 2026. Turnamen ini turnamen bulutangkis paling tua di dunia. Acara berlangsung 3 sampai 8 Maret 2026. Lokasinya Utilita Arena di Birmingham, Inggris. All England punya status Super 1000. Ini level tertinggi di kalender BWF World Tour. Turnamen ini juga paling bergengsi. Sejarahnya panjang di dunia bulutangkis. Bukan hanya rebut gelar. All England jadi ukur kualitas atlet. Cek konsistensi mereka. Uji mental juara juga. Persaingan sengit di sini. Setiap laga hadapi pemain top dunia. Atlet butuh siap maksimal. Fisik kuat. Teknik tajam. Taktik cerdas. Mental tangguh. Semua aspek harus matang.
Indonesia turunkan 24 atlet. Mereka ikut turnamen tertua ini. Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan PBSI, bicara soal persiapan. Kesiapan fisik sudah dicek. Teknik diasah. Mental dikuatkan. Adaptasi lokasi juga dipersiapkan. Aklimatisasi jadi kunci utama. Tim latih diri 24 sampai 28 Februari 2026. Tempatnya Milton Keynes. Jaraknya 120 kilometer selatan Birmingham. "Aklimatisasi penting sekali," kata Eng Hian ke RRI. Waktu itu Minggu, 22 Februari 2026. Lalu, 1 Maret tim pindah ke Birmingham. Tujuannya beri waktu adaptasi penuh. Venue pertandingan jadi akrab. Eng Hian jelaskan alasan pilih Milton Keynes. Fasilitas latihan lengkap. Atlet nyaman. Adaptasi efektif. Hadapi kompetisi paling ketat. "Kami mau pemain siap total saat masuk arena," tegas Eng Hian. "Fisik prima. Teknik mantap. Mental kuat."
Dari 24 atlet, ada debutan All England Super 1000. Alwi Farhan pertama. Lalu Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Rahmat Hidayat di ganda. Rachel Allessya Rose berpasangan Febi Setianingrum. Meilysa Trias Puspitasari ikut. Juga Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Pasaribu. Terakhir Amri Syahnawi dengan Nita Violina Marwah. Debutan ini bawa harapan baru. Mereka tambah pengalaman. Kuatkan prestasi bulutangkis Indonesia jangka panjang. "Super 1000 uji kualitas dan mental," kata Eng Hian. "Mereka harus berani tekanan. Belajar dari laga besar. Tampilkan permainan terbaik." PBSI juga ubah struktur pelatih. Fokus ganda putra. Tujuannya refresh tim. Suasana latihan segar. Pendampingan adaptif. Responsif ke tuntutan kompetisi top. Chafidz Yusuf jadi asisten pelatih ganda putra utama. Dia dampingi Antonius. Thomas Indratjaja asisten ganda putra pratama. Dia bantu Andrei Adistia. Perubahan ini beri pandang baru. Arah pembinaan tetap sama. Tim tetap konsisten. Dinamis. Dengan persiapan teliti, Indonesia bidik hasil. Target minimal satu gelar di All England 2026. Fokus penuh. Semua atlet gaspol.
Advertising

Baca Juga: 
Arbeloa Mengakui bahwa Madrid Menampilkan Permainan yang Buruk setelah Kalah dari Osasuna
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close
×