loading...
G2 berhasil melaju ke Masters Santiago setelah mengalahkan MIBR dengan skor 3-0
X
KEPADA PENGIKLAN : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan GABUNG dengan blog kami Melalui, |||WHATSAPP +6285725046957 ||| HALAMAN FACEBOOK ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| TIKTOK ||| Kami, Salam Admin Perssilam Silampari News ||| Bagikan ||| TERIMA KASIH

G2 berhasil melaju ke Masters Santiago setelah mengalahkan MIBR dengan skor 3-0

G2 berhasil melaju ke Masters Santiago setelah mengalahkan MIBR dengan skor 3-0 (Foto: Youtube VALORANT Champions Tour Americas)

Perssilam - G2 Esports mengamankan tiket ke Masters Santiago dengan kemenangan telak. Mereka kalahkan MIBR 3-0 di Middle Final VCT Americas Kickoff. Hasil ini perkuat posisi G2 sebagai tim kuat di Amerika. Masters Santiago jadi turnamen besar Valorant. G2 kini lolos ke sana setelah sapu bersih lawan Brasil itu. Dominasi mereka jelas di tiga peta: Breeze, Haven, dan Fracture—eh, Corrode maksudnya. Skor akhir: Breeze 13-6, Haven 13-4, Fracture 13-7. Total selisih 22 ronde tunjukkan kekuatan mutlak G2. Mulai dari Breeze, peta pilihan MIBR. Tim Brasil pakai aspas sebagai ujung tombak dengan agen Jett. Jett cepat dan lincah, cocok buat duel awal. Tapi G2 balas dengan strategi ganda Duelist. Jawgemo ambil Neon, BABYBAY pilih Yoru. Kombo ini buat tekanan tinggi.
Advertising

Baca Juga: 
Empat laga yang penuh ketegangan akan ditampilkan pada Seri Keempat Proliga 2026
MIBR menang pistol round pertama. Mereka rebut momentum awal. Tapi gagal manfaatkan. G2 pelan-pelan ambil alih. Valyn pimpin tim dengan smoke rapi. Koordinasi ini bikin lawan susah bernapas. Paruh pertama selesai 7-5 untuk G2. Lalu mereka tekan terus. Akhirnya tutup 13-6. Permainan ini tunjukkan adaptasi G2 yang cepat. Lanjut ke Haven, dominasi G2 makin ganas. Mereka pakai komposisi agresif ala Paper Rex. Agen utama: Phoenix, Yoru, plus Chamber. Ini rusak struktur MIBR yang masih pegang meta lama. Meta lama artinya strategi standar yang sudah usang. G2 kuasai tempo permainan. Saat serang, mereka disiplin banget. Pertahanan hampir sempurna. MIBR cuma rebut sedikit ronde. G2 kalahkan mereka 13-4. Skor ini jarang banget terjadi. Itu bukti pertahanan G2 seperti tembok besi.
Advertising

Baca Juga: 
Madrid berhasil meraih kemenangan tipis atas Benfica dalam pertandingan Liga Champions
Fracture jadi peta penentu. G2 tunjukkan fleksibilitas. Komposisi aneh: Iso dan Skye jadi andalan. Iso kuat di duel satu lawan satu. Skye bantu kontrol area dengan flash. Ini matikan senjata Operator milik aspas. Operator bisa tembak jauh dan mematikan. Awalnya MIBR beri celah kecil. Tapi G2 balas dengan sapu delapan ronde berturut-turut. MIBR kehilangan arah total. Mereka coba force buy berkali-kali. Force buy berarti beli senjata mahal saat duit pas-pasan. Tapi gagal semua. G2 tutup 13-7. Seri selesai 3-0. Lihat pemain individu, valyn bersinar terang. Rating 1,54, total 65 kill. Dia unggul jauh di duel pembuka. Jawgemo dan BABYBAY buka ruang lewat serangan ganas. Konsisten sepanjang match. MIBR cuma andalkan zekken dan Verno. Kontribusi mereka terbatas. Tak cukup hentikan G2. Kini G2 siap ke Santiago. Tim ini solid, adaptif, dan siap juara. Penggemar Valorant di Amerika punya alasan bangga.
Advertising

Baca Juga: 
Persib Bandung Ternyata Masih Belum Mampu Melangkah Jauh di ACL2
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close
×