![]() |
| India memiliki cita-cita untuk menghidupkan kembali ajang balap Formula1 (Foto:newindianexpress.com) |
Perssilam - Koresponden Kantor Berita Vietnam di New Delhi melaporkan hal ini. Adani Group, salah satu raksasa bisnis terbesar di India, kini giat jalankan rencana besar. Mereka ingin hidupkan kembali balap Formula 1 di Sirkuit Internasional Buddh. Lokasinya di Greater Noida, Uttar Pradesh. Ini tandai potensi kembalinya ajang otomotif dunia ke India. Sudah lebih dari satu dekade vakum sejak 2013. Karan Adani, CEO Adani Cement, ungkap minat pribadinya. Ia soroti potensi kuat F1 di India. Alasannya sederhana. India punya basis penggemar besar. Infrastruktur juga berkembang pesat.
Ia yakin India bisa jadi tuan rumah F1 global. Bukan hanya untuk balapan elit. Tapi juga pamerkan budaya kaya. Keramahan hangat. Dan potensi ekonomi menjanjikan. Bayangkan jutaan fans lokal nonton langsung. Bukan lagi hanya lewat layar. Rencana ini bagian dari langkah lebih luas Adani Group. Mereka incar akuisisi Jaiprakash Associates Ltd, atau JAL.
Itu perusahaan induk Jaiprakash Group. JAL beban utangnya mencapai 14.535 triliun rupee. Angka itu tekanan berat bagi pemiliknya. Pada November 2025, Adani raup dukungan kreditur. Rencana mereka tawarkan pembayaran di muka lebih tinggi. Lebih unggul dari pesaing. Jika kesepakatan rampung, kepemilikan Sirkuit Buddh pindah ke Adani. Pintu terbuka lebar. Bisa nego langsung dengan pemegang hak siar F1. Juga pemerintah India. Pemerintah India tunjukkan sinyal hijau. Menteri Olahraga Mansukh Mandaviya baru saja kunjungi sirkuit itu. Ia gelar diskusi intens dengan YEIDA. Itu Otoritas Pengembangan Industri Jalan Raya Yamuna.
Baca Juga: Zaki Ubaidillah, seorang pebulutangkis dari Madura, berhasil menembus Pelatnas PBSI
Topik utama rencana infrastruktur. Siapkan acara olahraga besar. Langkah ini tunjuk perubahan kebijakan tegas. Pemerintah kini buru event internasional. Hasilnya bisa dorong industri olahraga. Pariwisata juga melejit. Bayangkans saja hotel penuh. Restoran ramai. Ekonomi lokal bergairah. Lihat sejarahnya dulu. Sirkuit Buddh pernah gelar F1 tiga kali. Tahun 2011, 2012, dan 2013. Balapan seru tarik pembalap top dunia. Tapi berhenti tiba-tiba. Penyebab perselisihan pajak panjang. Dengan pemerintah Uttar Pradesh. Acara dikategorikan hiburan. Bukan olahraga kompetitif. Pajaknya melonjak tinggi. Kini situasi beda. Adani terlibat penuh. Dukungan pemerintah kuat. Peluang F1 balik ke India sangat terbuka. Mungkin dalam 1-2 tahun ke depan.
Karan Adani lihat lebih jauh. Ia anggap kebangkitan F1 sebagai booster global India. Penggemar India rela terbang jauh. Ke Abu Dhabi atau Singapura. Demi tonton balapan langsung. Itu bukti permintaan domestik kuat. Jika India jadi tuan rumah, manfaatnya besar. Pamerkan infrastruktur modern seperti jalan tol Yamuna Expressway. Keramahan masyarakat. Warisan budaya dari Taj Mahal hingga festival lokal. India kuatkan posisinya di peta olahraga dunia. Fans tak perlu jauh-jauh lagi. Ekonomi dapat tambahan miliaran rupee dari tiket dan sponsor. Semua pihak untung.
Advertising
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi Rawas, All Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News
Suka Artikel ini?
Reaksi :
Tags
BERITA OTOSPORT




