loading...
Jonatan Christie berhasil mencapai babak 16 besar All England 2026, namun masih memerlukan proses adaptasi
X
KEPADA PENGIKLAN : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan GABUNG dengan blog kami Melalui, |||WHATSAPP +6285725046957 ||| HALAMAN FACEBOOK ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| TIKTOK ||| Kami, Salam Admin Perssilam Silampari News ||| Bagikan ||| TERIMA KASIH

Jonatan Christie berhasil mencapai babak 16 besar All England 2026, namun masih memerlukan proses adaptasi

Jonatan Christie berhasil mencapai babak 16 besar All England 2026, namun masih memerlukan proses adaptasi (Foto: PBSI)

Perssilam - Jonatan Christie dari Indonesia melaju mulus ke babak 16 besar All England 2026. Ia kalahkan Jia Heng Jason Teh asal Singapura dengan skor ketat. Pertandingan digelar di Utilita Arena Birmingham pada Rabu, 4 Maret 2026. Sebagai unggulan keempat, Jonatan harus berjuang keras lewat tiga game. Skor akhir 21-11, 10-21, lalu 21-15. Di game pertama, ia kuasai permainan dengan cepat. Lawan balas ganas di game kedua. Tapi Jonatan bangkit kuat di game penentu.
Advertising

Baca Juga: 
Liga Champions AFC Elite 16 Besar, Sandy Membantu Buriram Menahan MCFC di Australia
Jonatan bilang ia kaget dengan shuttlecock dan suasana arena. Bola terasa lebih berat dan lambat. Angin minim sekali. Ini butuh tenaga ekstra tiap reli. Kondisi mirip All England 2024, tapi laju bolanya lebih pelan. "Tidak menyangka shuttlecocknya lumayan berat dan tidak ada angin, mirip dengan kondisi di All England 2024 tapi laju bolanya lebih lambat. Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga, banyak menggunakan power," kata Jonatan. Ia tambah harus sabar dan tenang. Beberapa pukulan gagal pas. Smash kadang bolanya berhenti di udara. Hal ini bikin permainan lebih sulit. Jonatan harus sesuaikan strategi cepat.
Juara All England 2024 ini tegas bilang turnamen Super 1000 jadi target utama musim ini. Super 1000 artinya level tertinggi dengan poin besar untuk ranking dunia. Ia siapkan diri matang sejak India Open.
"All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Event yang besar dengan poinnya pun juga cukup besar," kata Jonatan.
"Setelah India Open, turnamen terakhir saya, lebih banyak persiapan menuju ke sini. Dari psikologisnya, dari fisiknya dan dari cara mainnya," tambahnya. Persiapan ini bantu ia atasi tantangan lapangan. Jonatan soroti banyak kejutan di tunggal putra babak awal. Banyak unggulan tumbang. Tekanan ajang besar bikin laga pembuka selalu berat. Semua pemain lapar kemenangan. "Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya inilah maksudnya big event, pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah," tuturnya. Sebagai unggulan, ia harus pintar cari pola main terbaik. Lawan-lawan kini merata kuat. Banyak pemain bagus dan muda bermunculan. Siapa saja bisa menang.
"Kami harus masih mencari situasi, kita harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata. Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Tapi memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final," katanya. All England jadi ajang prestisius sejak 1899. Kemenangan Jonatan buka peluang gelar kedua berturut-turut. Ia tunjukkan mental juara di tengah kondisi sulit. Penggemar tunggu aksinya di babak berikutnya.
Advertising

Baca Juga: 
Duo Pembalap Güven dan Weiss Mewakili Porsche dalam Tes Rookie di Madrid
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close
×