loading...
Kontroversi Besar, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal
X
KEPADA PENGIKLAN : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan GABUNG dengan blog kami Melalui, |||WHATSAPP +6285725046957 ||| HALAMAN FACEBOOK ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| TIKTOK ||| Kami, Salam Admin Perssilam Silampari News ||| Bagikan ||| TERIMA KASIH

Kontroversi Besar, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal

Kontroversi Besar, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal (Foto: CAF/Ist)

Perssilam - Konfederasi Sepakbola Afrika, atau CAF, baru saja menetapkan Maroko sebagai juara Piala Negara-negara Afrika 2025. Keputusan ini membatalkan kemenangan Senegal sebelumnya. Peristiwa ini terjadi di final turnamen besar itu. Senegal unggul 1-0 pada 18 Januari 2026. Gol mereka lahir di babak tambahan waktu. Tapi, wasit memberi penalti kontroversial untuk Maroko. Pemain dan pelatih Senegal marah besar. Mereka tinggalkan lapangan selama 15 menit penuh. Aksi ini picu protes keras dari kedua tim.
Advertising

Baca Juga: 
Messi telah mencetak 900 gol, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah
Setelah laga lanjut, Maroko gagal cetak gol dari titik putih itu. Senegal pertahankan skor 1-0. Hasil akhir ini buat Senegal raih gelar keenam mereka. Tapi, Maroko tak puas. Mereka ajukan banding resmi ke CAF segera. CAF, badan pengatur sepakbola Afrika, teliti kasus ini. Pada Rabu, 18 Maret 2026, mereka umumkan keputusan baru. CAF cabut gelar Senegal. Maroko dinobatkan juara dengan skor 3-0. Langkah ini ubah sejarah turnamen.
Ini gelar kedua Maroko di AFCON. Sebelumnya, mereka juara tahun 1976. Kemenangan ini jadi prestasi besar setelah 50 tahun puasa gelar. CAF juga batalkan denda untuk pemain Maroko, Ismael Saibari. Sanksi dia dipangkas jadi dua laga larangan main saja.
Keputusan CAF ini bikin heboh dunia sepakbola. Federasi Senegal tak terima. Mereka rencanakan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, atau CAS. 
Langkah itu bisa jadi panjang urusan. Banyak pengamat bilang ini ancam citra AFCON. Turnamen ini selalu jadi ajang kebanggaan 54 negara Afrika. Kontroversi seperti ini jarang terjadi di level tinggi. Senegal kecewa karena perjuangan tim mereka sia-sia. Maroko senang, tapi bayang ancaman banding tetap ada. Penggemar tunggu langkah selanjutnya dari CAS.
Advertising

Baca Juga:  Mengalahkan Taiwan, Leo/Bagas berhasil melaju ke 16 besar Orleands
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close
×