![]() |
| Istilah Kecelakaan Lowside dan Highside (Foto: www.motogp.com) |
Perssilam - Di dunia balapan MotoGP, lowside dan highside muncul sebagai dua jenis kecelakaan paling sering terjadi. Kedua istilah ini selalu jadi topik hangat di kalangan penggemar. Rider dan tim sering membahasnya setelah setiap seri. Apa arti sebenarnya? Apa bedanya? Mari kita bahas satu per satu.
Advertising
LOWSIDE
Menurut situs resmi motogp.com, lowside terjadi saat ban depan atau belakang motor tiba-tiba kehilangan cengkeraman. Grip ban hilang karena gesekan dengan aspal berkurang. Motor pun tergelincir pelan. Rider ikut meluncur di atas aspal bareng motornya. Tubuh tidak terlempar ke udara.
Crash jenis ini paling banyak dialami di MotoGP. Biasanya muncul saat lintasan basah atau licin akibat hujan. Rider juga rentan lowside kalau memaksa kecepatan tinggi saat menikung tajam. Ban sulit menahan beban tubuh yang miring. Hasilnya, motor selip ke samping. Lihat saja contoh Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Amerika 2026. Ban depan Ducati Desmosedici miliknya kehilangan grip saat masuk tikungan cepat. Motor langsung tergelincir. Marquez meluncur aman di aspal. Untungnya, cedera ringan saja. Ia bisa bangkit cepat dan kembali ke pit. Kejadian ini tunjukkan lowside sering datang tiba-tiba di kondisi kering sekalipun.
HIGHSIDE
Highside beda jauh. Jenis ini lebih ganas dan berisiko tinggi. Penyebab utamanya ban belakang. Ban ini kehilangan traksi saat akselerasi keras. Lalu, grip kembali secara mendadak. Motor bergetar hebat seperti ditendang balik. Rider terpental ke udara tinggi. Tubuh bisa terhempas keras ke aspal. Mekanisme highside sederhana tapi mematikan. Saat ban belakang spin, roda kehilangan pegangan. Tiba-tiba aspal "menggigit" lagi. Tenaga mesin dorong motor melonjak. Rider kehilangan kendali total. Tubuh terlempar dari jok. Bahaya ini bikin highside jarang tapi ditakuti.
Contoh nyata ada pada Luca Marini di sesi latihan bebas 2 Moto2 Prancis 2020. Kejadian ini disebut "monster highside". Ban belakangnya spin di tikungan. Grip pulih tiba-tiba. Motor menendang keras. Marini terlempar jauh. Tubuhnya terseret beberapa meter di lintasan. Untung selamat, tapi trauma panjang. Video kejadian ini masih viral sampai sekarang.
Perbedaan mencolok ada di efeknya. Lowside bikin rider slide aman di tanah. Highside lempar rider ke udara seperti boneka. Risiko patah tulang atau gegar otak lebih besar di highside. Rider pro pun bisa celaka. Kecelakaan memang sulit dihindari di MotoGP. Balapan ini penuh kecepatan ekstrem dan tikungan tajam. Lintasan sepanjang 4 kilometer butuh fokus total.
Tapi, teknologi maju bantu kurangi risiko. Sistem kontrol traksi pantau grip ban belakang. Ia potong tenaga mesin kalau ban spin. Sistem kontrol torsi jaga putaran roda halus.
Fitur ini sudah standar di motor prototipe sejak 2010-an. Frekuensi lowside dan highside turun signifikan. Data musim lalu tunjukkan crash turun 20 persen berkat tech ini. Skill rider tetap kunci. Latihan panjang dan pengalaman bantu antisipasi. Kondisi motor juga penting. Ban segar dan suspensi pas atur kestabilan. Dengan semua itu, MotoGP makin aman meski tetap seru.
Advertising

Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi Rawas, All Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News
Tags
BERITA OTOSPORT



