loading...
Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Musi Rawas SportNews" Berita Olahraga Terupdate Di tengah dominasi F1, akhirnya kelemahan Mercedes terungkap
Advertising

Di tengah dominasi F1, akhirnya kelemahan Mercedes terungkap

Di tengah dominasi F1, akhirnya kelemahan Mercedes terungkap (Foto : Formula 1)

Perssilam - Otmar Szafnauer, mantan kepala tim F1 Alpine, menyoroti celah lemah Mercedes meski tim ini memimpin klasemen. Mercedes berbasis di Brackley. Mereka raih tiga kemenangan Grand Prix di awal era baru Formula 1. Era ini pakai regulasi teknis segar sejak 2022, dengan mobil ground-effect yang ubah segalanya.
Tahun ini, perubahan besar pada mobil buka peluang bagi rival. Tim lain bisa tiru pendekatan Mercedes untuk kejar posisi atas. Dominasi Mercedes justru buat mereka rentan. 
Tekanan tinggi untuk ciptakan senjata baru yang tambah kecepatan.  Dalam podcast High Performance, Szafnauer bilang, 
"Perbedaan besar buat Mercedes adalah tim lain bisa lihat mereka dan bilang, ‘Aha! Inilah caranya mereka capai level itu’." Mercedes tak punya contoh serupa. "Mereka tak bisa lihat siapa pun dan bilang, ‘Aha! Apa langkah selanjutnya?’" tambahnya.
Advertising

Mercedes harus berpikir out-of-the-box untuk tingkatkan kecepatan. Tim lain lebih mudah. Mereka cukup amati dan kejar ketinggalan. Szafnauer beri contoh Adrian Newey, desainer jenius Red Bull. Saat jalan di grid, Newey pelajari setiap mobil. Ia ambil ide cepat, potong waktu pengembangan.
Bayangkan situasi Mercedes sekarang. Mereka pionir di depan. Dalam 18 bulan ke depan, mobil mereka bakal jauh lebih kencang. Tapi prosesnya sulit tanpa patokan. "Anda bisa lihat rival dan belajar darinya. Tanpa itu, kerja jadi lebih berat," kata Szafnauer.
Advertising

Baca Juga: 
Menyambut Juventus di San Siro, Max Allegri Dapat Bermain Dengan Skuad Penuh
Celah ini jelas di musim 2026 awal. Mercedes kuasai tiga balapan pembuka, tapi Red Bull dan Ferrari mulai dekat. Regulasi baru paksa inovasi konstan. Tim papan atas seperti Ferrari juga jadi sasaran tiru. Szafnauer, dengan pengalaman 20 tahun di F1, tahu risikonya. 
Ia pernah pimpin tim tengah seperti Force India dan Alpine, di mana meniru pemimpin jadi kunci sukses.  Pembaca mungkin tanya, kenapa dominan malah lemah? Jawabannya sederhana. Pemimpin tak punya peta jalan dari orang lain. 
Mereka harus gambar sendiri. Sementara itu, pemburu cukup ikuti jejak. Ini buat Mercedes tekanan ganda: pertahankan keunggulan sambil cegah ditiru. Hasilnya? Perlombaan sengit di paruh musim.
Advertising

Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Redaksi

Perssilam Silampari News

Post a Comment

Previous Post Next Post



La Liga
Advertising