loading...
Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Musi Rawas SportNews" Berita Olahraga Terupdate Milo menyatakan bahwa Persis menunjukkan performa terburuk di musim ini
Advertising

Milo menyatakan bahwa Persis menunjukkan performa terburuk di musim ini

Milo menyatakan bahwa Persis menunjukkan performa terburuk di musim ini (Foto : Ilegue.id)

Perssilam - Persis Solo gagal raih poin di pekan ke-28 BRI Super League 2025/26. Mereka kalah 0-2 dari Arema FC. Laga ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan berlangsung Sabtu sore, 18 April. Kekalahan ini dorong Persis masuk zona degradasi lagi. Arema FC, yang jadi tuan rumah, cetak dua gol lewat Gabriel Silva. Gol pertama dia tembak di menit ke-17. Gol kedua masuk di menit ke-53. Singo Edan main solid. Mereka manfaatkan peluang dengan baik.
Hasil buruk ini hentikan tren positif Persis. Sebelumnya, tim ini tak kalah dalam delapan laga berturut-turut. Dari delapan itu, mereka menang tiga kali. Sisanya lima kali seri. Catatan ini tunjukkan konsistensi Persis. Mereka kumpul poin penting untuk hindari zona bawah. Kini, tren itu putus di Malang. Sekarang Persis duduk di peringkat 16. Koleksi poin mereka 24. Zona merah mulai dari posisi 16 ke bawah. Di peringkat 17 ada Semen Padang FC dengan 20 poin. 
Posisi terakhir ditempati PSBS Biak dengan 18 poin. Persis terperosok ke wilayah bahaya ini. Mereka butuh bangkit cepat. Tepat di atas Persis, peringkat 15 diisi Persijap Jepara. Tim itu punya 25 poin. Peringkat 14 ada Madura United FC dengan 26 poin. Jarak poin tipis. Satu kemenangan bisa ubah posisi. Persis harus kejar tim-tim ini untuk keluar zona merah.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, kecewa berat. Dia soroti banyak kesalahan timnya. Menurut Milo, seperti biasa ia disapa, ini penampilan terburuk musim ini. Pemain tampil buruk dari awal sampai akhir. "Kami tahu lawan Arema FC sulit. Datang ke sini tak mudah. Mungkin ini laga terburuk kami musim ini. Kami pantas kalah. Arema manfaatkan serangan balik kami dengan baik," kata Milo.
Dia sebut pemain buat banyak salah. Terutama di babak kedua. "Pemain terlalu banyak sentuhan bola. Tapi tak ada tembakan ke gawang. Kami sia-siakan peluang," tambahnya. Milo janji evaluasi total. Setiap aspek laga ini akan dianalisis. Para pemain harus belajar dari kesalahan. Konsistensi jadi kunci bertahan di liga.
Advertising

Baca Juga: 
Michael Jordan: Ikon yang Merevolusi Dunia Basket
"Hasil ini kami pelajari untuk laga berikutnya. Pemain harus tampil stabil. Itu cara kami tetap di Super League," tegas Milo. Kekalahan ini jadi alarm bagi Persis. Zona merah penuh ancaman. Delapan laga tak terkalahkan sebelumnya beri harapan. Tapi satu hari buruk ubah semuanya. Gabriel Silva jadi pahlawan Arema. Dua golnya tegas dan tepat waktu.
Persis butuh perbaiki lini belakang. Kesalahan di babak kedua fatal. Arema kuasai tempo setelah gol kedua. Persis kesulitan ciptakan peluang. Tak ada shot on target berarti. Laga ini tunjukkan betapa ketat kompetisi. Tim di papan bawah saling kejar. Persis punya delapan laga tak kalah sebelumnya. Itu bukti potensi. Tapi konsistensi harus dijaga setiap minggu.
Milo pengalaman banyak latih tim Indonesia. Ia tahu tekanan zona merah. Evaluasi ini krusial. Pemain harus respons cepat. Laga berikutnya jadi ujian. Persis tak boleh ulangi kesalahan sama. Suporter Persis kecewa. Stadion Kanjuruhan penuh. Arema rayakan kemenangan. Persis pulang dengan tangan hampa. Tapi pelajaran besar dibawa. Musim 2025/26 masih panjang. Waktu untuk bangkit ada.
Advertising

Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Redaksi

Perssilam Silampari News

Post a Comment

Previous Post Next Post



La Liga
Advertising