loading...
Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Musi Rawas SportNews" Berita Olahraga Terupdate Raymond/Joaquin Mengusung Misi untuk Menghadapi Juara Dunia setelah Mengalami Kendala di Tur Eropa
Advertising

Raymond/Joaquin Mengusung Misi untuk Menghadapi Juara Dunia setelah Mengalami Kendala di Tur Eropa

Raymond/Joaquin Mengusung Misi untuk Menghadapi Juara Dunia setelah Mengalami Kendala di Tur Eropa (Foto :Humas PP PBSI)

Perssilam - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, baru saja menjajal tur Eropa. Mereka ikut tiga turnamen besar. Pertama, All England Open 2026. Lalu Swiss Open 2026. Terakhir, Orleans Masters 2026. Di debut All England, mereka tampil impresif. Raymond dan Joaquin capai semifinal. Tapi di Swiss Open, mereka langsung angkat kaki di babak pertama. Di Orleans Masters, tersingkir di perempat final.

Advertising

Baca Juga: 
Final Four Proliga 2026 Telah Dimulai, Pertamina Enduro Menargetkan Gelar Juara
Raymond bicara soal performa mereka. "Pertama di All England, mainnya cukup maksimal," katanya ke media, termasuk BolaSport.com. Wawancara itu di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. "Tapi di Swiss Open dan Orleans Masters, terganggu rasa sakit di telapak kaki Joaquin." Joaquin cerita detail masalahnya. "Saya punya kapalan di kaki sejak All England." Kapalan itu seperti kulit menebal akibat gesekan berulang saat latihan atau bertanding. "Waktu All England, tidak terasa sakit. Kapalannya tebal. Saya malas potong pakai gunting. Biasanya saya potong rutin."
Masalah memburuk di Swiss. "Kapalannya tambah tebal. Mulai sakit, lalu memar." Hari berikutnya, di dalam kapalan muncul bulatan merah. Area itu meradang. "Saat jalan saja sakit. Di Swiss, saya coba abaikan. Tapi pikiran terus ke sana. Fokus terbagi." Akibatnya, konsentrasi turun. "Belum lagi tambah tekanan bertanding. Kami gagal manfaatkan peluang." Di Orleans, kondisi Joaquin sudah lebih baik daripada Swiss. "Permainan kami mulai keluar. Tapi hasil belum maksimal." Raymond nilai ini sebagai pelajaran besar. "Itu evaluasi utama. Bagaimana jaga kondisi badan. Supaya siap ikut tiga turnamen beruntun." Tur Eropa seperti ini butuh stamina tinggi. 
Pemain harus adaptasi cuaca dingin, jetlag, dan jadwal padat. Debut di All England tinggalkan kesan manis. Joaquin suka karpet lapangannya. "Seru karpet abu-abu. Tidak terlalu silau mata." Biasanya karpet hijau terang bikin silau. "Abu-abu punya aura beda. Senang coba. Semoga tahun depan main lagi." All England adalah turnamen top dunia. Statusnya Super 1000. "Turnamen bergengsi. Kami motivasi all out. Ini All England pertama kami." Hasil semifinal lumayan bagus untuk pemula. Sekarang, mereka evaluasi untuk konsistensi. "Hasil di Swiss dan Orleans tidak sesuai rencana. Jadi bahan belajar. Selalu fokus saat main," kata Joaquin. Fokus itu kunci di ganda putra. Satu kesalahan bisa rugi poin besar. Menjelang Kejuaraan Asia 2026, persiapan mereka ketat. Raymond bilang waktu mepet. "Tidak banyak waktu. Kami jetlag sebulan setelah Eropa. Tapi sudah balik normal." Fokus latihan ke revisi kesalahan berdua. Jetlag bikin tubuh lelah. Butuh istirahat ekstra.
Di babak pertama Asian Championships, lawan berat menanti. Mereka hadapi Kang Min-hyuk dan Ki Dong-ju dari Korea Selatan. Kang pernah juara dunia 2023. Saat itu tandem dengan Seo Seung-jae di nomor ganda putra. Joaquin santai hadapi reuni. "Bertemu Kang lagi. Kayak jodoh. Target unggul 3-0 dulu. Baru pikir langkah berikutnya." Unggul 3-0 berarti menang cepat dua game pertama. Strategi ini hemat energi. Meski debutan di level Asia, Raymond dan Joaquin sudah impresif sejak 2025. 
Mereka punya target internal. Belum diumum pubilik. "Target ada. Tekanan pasti ada. Tapi balik ke diri sendiri. Main semaksimal mungkin," ujar Raymond. Mereka diskusi strategi dengan asisten pelatih. Namanya Mas Chafidz Yusuf. "Kami pikir cara lawan rival. Dapat satu poin, itu poin menang," kata Joaquin. Pelatih beri arahan taktik. "Itu bikin kami nyaman. Permainan keluar total."
Instruksi pelatih beda dari tekanan target resmi. "Dari pengurus, tidak bilang minimal semifinal. Pelatih tahu itu bikin tekanan." Fokus ke cara main, bukan hasil.
Prinsip ini mereka pakai saat lawan sesama Indonesia. Contoh, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Sudah tiga kali kalahkan mereka. Saat derbi, tanpa pelatih dampingi. "Lebih ke komunikasi berdua. Strategi jangan bocor, nanti ketahuan," kata Joaquin sambil senyum. 
Tekanan kini lebih besar. "Tahun lalu masih sirnas. Sekarang kejuaraan tinggi. Pressure naik." Dari awal 2026, ekspektasi tambah. "Kami redam dengan fokus latihan." Mereka belajar atasi beban mental. Supaya performa stabil di panggung Asia.
Advertising

Baca Juga: Slot Harap Perpisahan Salah Menjadi Inspirasi bagi Liverpool untuk Mengakhiri Musim dengan Lebih Baik
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Redaksi

Perssilam Silampari News

Post a Comment

Previous Post Next Post



La Liga
Advertising