loading...
Joan Mir memberikan saran untuk meningkatkan performa Veda Ega Pratama di Moto3 2026
X
KEPADA PENGIKLAN : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan GABUNG dengan blog kami Melalui, |||WHATSAPP +6285725046957 ||| HALAMAN FACEBOOK ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| TIKTOK ||| Kami, Salam Admin Perssilam Silampari News ||| Bagikan ||| TERIMA KASIH

Joan Mir memberikan saran untuk meningkatkan performa Veda Ega Pratama di Moto3 2026

Joan Mir memberikan saran untuk meningkatkan performa Veda Ega Pratama di Moto3 2026 (Foto : Medcom)

Perssilam - Performa gemilang Veda Ega Pratama di dua balapan awal Moto3 2026 membuka pintu lebar untuk perebutan gelar juara dunia. Pembalap muda Indonesia ini langsung menarik perhatian dunia balap. Joan Mir, juara MotoGP yang kini balapan untuk tim Honda HRC Castrol, sudah melihat potensi besar itu sejak awal musim.
Advertising

Baca Juga: 
Klasemen Bundesliga, Dortmund berupaya untuk mengejar Bayern
Mir bilang, rahasia sukses Veda ada pada konsistensi. Ia harus hindari anggapan bahwa setiap race akan mudah dimenangkan. Ambisi tinggi dan usaha tanpa henti untuk kumpulkan poin jadi kunci utama.
"Saya lihat Veda punya peluang besar untuk tampil kompetitif, asal dia jaga konsistensi dan tidak anggap setiap balapan pasti bagus. Selama ambisinya besar dan dia terus usaha ambil poin dengan konsisten, dia bisa kuat sepanjang musim," kata Joan Mir seperti dikutip Medcom.
Persaingan di kelas Moto3 memang sengit, mirip dengan MotoGP. Mir tekankan itu. Setiap pembalap harus lapar akan hasil terbaik. Jangan cepat puas diri setelah satu atau dua kemenangan. Di Moto3, yang penuh pembalap muda berbakat, satu kesalahan bisa hilangkan peluang juara.
Advertising

Baca Juga: 
Kontroversi Besar, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal
Mir tambah, setiap sirkuit punya karakter beda. Pengalaman dari race sebelumnya tak selalu berguna. "Karena tiap trek beda, acuan race lalu tak sama. Jadi tetap fokus dan konsisten untuk tampil hebat, itu kunci. 
Kalau Veda pertahankan semangat ini, dia bisa kompetitif sampai akhir musim," ujarnya. Mir juga perhatikan pujian dari fans Indonesia. Banyak yang beri hadiah untuk Veda setelah start bagus. Tapi Mir sarankan, Veda abaikan itu semua. 
Fokus utama tetap di balapan. Hanya begitu konsistensi bisa terjaga, seperti disebut Medcom. Di kelas ringan seperti Moto3, mental kuat lawan tekanan luar jadi penentu. 
Veda sudah buktikan di Qatar dan sirkuit pembuka lain. Sekarang, tantangan berikutnya di trek seperti Jerez atau Mugello. Ia harus adaptasi cepat agar poin terus mengalir. Mir, dengan pengalaman juara 2017, tahu betul betapa rapuhnya posisi depan tanpa fondasi kuat.
Advertising

Baca Juga:  Kontroversi Besar, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close
×