loading...
Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Musi Rawas SportNews" Berita Olahraga Terupdate Soeratin Sosrosoegondo: Sang Maestro Sepak Bola
Advertising

Soeratin Sosrosoegondo: Sang Maestro Sepak Bola

Soeratin Sosrosoegondo: Sang Maestro Sepak Bola (Foto : Istimewa)

Perssilam - Erick Thohir resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, atau PSSI, untuk periode 2023-2027. Menteri Badan Usaha Milik Negara ini mengalahkan Mochamad Iriawan di Kongres Luar Biasa PSSI. Acara itu berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta. Kini, banyak orang penasaran. Siapa Ketua Umum PSSI yang pertama kali?
Jawabannya adalah Soeratin Sosrosoegondo. Pengamat sepak bola nasional, Eddi Elison, cerita panjang lebar soal awal mula PSSI. Semua bermula dari rapat penting di Jalan Yudonegaran, Yogyakarta, pada 19 April 1930. Sebanyak 17 wakil datang dari tujuh perserikatan sepak bola. Mereka berkumpul di Gedung Handeprojo. Kini, gedung itu dikenal sebagai Gedung Batik. Rapat malam itu hasilkan organisasi baru. Namanya Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia, atau PSSI.
Rapat digelar malam hari. Tujuannya sederhana. Hindari pengawasan polisi Belanda. Mereka takut PSSI dianggap gerakan politik. Makanya, nama organisasi tak pakai kata "sepak bola". Langkah itu cegah tuduhan saingan dengan organisasi Belanda. Itu adalah Nederlands Indische Voetbal Bond, atau NIVB. "Rapat dilakukan malam hari. Menghindari incaran polisi Belanda agar tak ditetapkan sebagai gerakan politik. Namanya pun tidak memakai kata sepak bola. Hal itu demi menghindari tuduhan menyaingi organisasi sepak bola Belanda, Nederlands Indische Voetbal Bond," kata Eddi Elison.
Di rapat itu, Soeratin Sosrosoegondo terpilih sebagai ketua umum. Ia langsung susun program kerja. Antara lain, gelar kompetisi nasional. Ia juga bentuk komisaris di berbagai daerah Indonesia. Tapi, PSSI lebih dari sekadar sepak bola. Organisasi ini jadi pelopor olahraga kebangsaan. Tujuannya lawan penjajahan Belanda.
Soeratin lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1898. Ia adik ipar Dokter Soetomo. Soetomo adalah pendiri Budi Utomo, organisasi pelopor kebangsaan. Soeratin mulai bergerak pasca-Sumpah Pemuda. Itu pada 28 Oktober 1928. Saat itu, pemuda Indonesia ikrar satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Lewat sepak bola, Soeratin bangun organisasi untuk pemuda. Ia tiru kakak iparnya. Keliling Jawa untuk satukan orang. Akhirnya, ia kumpulkan tujuh klub sepak bola dari berbagai daerah.
Klub-klub itu dari Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta, dan Bandung. Pertemuan mereka hasilkan PSSI pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Zaman penjajahan, mendirikan organisasi penuh risiko. Soeratin sering sembunyi dari intel Belanda. Pasca-Sumpah Pemuda, gerakannya selalu diawasi ketat.
Tujuan Soeratin bukan cari uang dari kompetisi. Ia tanam benih nasionalisme di hati pemuda. Belanda sering hina klub Indonesia. Sebut mereka perkumpulan liar. Bahkan, Belanda dirikan NIVB pada Maret 1930. Hanya sebulan kemudian, Soeratin balas dengan PSSI. 
Langkah itu tunjukkan semangat juang. Sepak bola jadi jembatan perlawanan. Juga bukti Indonesia bisa setara, bahkan unggul atas penjajah. Warisan Soeratin tetap hidup hingga kini. Ia layak disebut pahlawan kemerdekaan lewat lapangan hijau.
Advertising

Baca Juga: 
Ducati sedang melakukan uji coba motor 850cc di Sirkuit Misano
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi RawasAll Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News 

Suka Artikel ini?
Reaksi :

Redaksi

Perssilam Silampari News

Post a Comment

Previous Post Next Post



La Liga
Advertising