![]() |
| Bottas Akui Tantangan Berat Sebagai Pembalap Cadangan F1 (Foto : Formula1) |
Perssilam - Valtteri Bottas cerita soal tantangan besar jadi pembalap cadangan di Formula 1. Ia jalani satu musim penuh tanpa kursi balap tetap. Pembalap asal Finlandia itu habiskan tahun 2025 di pinggir trek. Ia kehilangan tempat di tim Stake usai musim 2024. Stake jadi nama Sauber saat itu, tim Swiss yang cari sponsor besar. Meski begitu, Bottas tetap terlibat di F1. Ia dukung George Russell dan Kimi Antonelli di Mercedes. Peran ini bantu ia tetap dekat dengan aksi balap. Ia tes simulator dan ikut sesi latihan tim Jerman itu.
Zhou Guanyu, mantan rekan Bottas di Sauber, paham betul rasa sulit ini. Zhou kini cadangan di Cadillac, tim Amerika baru yang debut 2026. Ia pernah bilang soal beban mental tahun lalu. Saat itu, Zhou bantu Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di Ferrari. Dua juara dunia itu butuh dukungan penuh. Zhou rasakan tekanan lihat balapan tanpa ikut start. Ia cerita betapa berat jaga fokus mental di situasi begitu. Bottas dengar cerita Zhou. Ia langsung setuju. Pembalap dengan 10 kemenangan Grand Prix ini bicara ke media. RacingNews365 salah satunya. "Ini bukan peran mudah, jelas," katanya.
Ia tambah penjelasan lebih dalam. "Terutama kalau Anda biasa balap di F1. Lalu tiba-tiba cadangan saja. Apalagi kalau hasrat balap masih kuat. Saksikan orang lain start itu susah." Bottas tahu rasanya. Ia raih pole Mercedes era dominan. Kini ia tahan diri di pinggir. Ia lanjut cerita manfaat tetap di F1. "Dalam olahraga ini, lebih baik stay inside daripada out total." Tahun 2025 beri ia kesempatan bagus. Ia gabung tim solid dengan program latihan sepanjang tahun. "Jadi, keputusan tepat buat saya." Tapi ia akui tantangannya nyata. "Kalau sudah biasa kompetisi, lalu keluar, rasanya beda. Itu menantang mental." Banyak pembalap reserve alami hal sama. Mereka latihan keras tapi jarang sentuh mobil sungguhan. Hasrat juang jadi ujian terberat.
Bottas: Saya tidak banyak tertinggal
Sergio Perez hadapi nasib mirip. Ia rekan Bottas di Cadillac MAC-26 musim ini. Perez habiskan 2025 tanpa F1. Red Bull pecat ia akhir 2024. Alami musim buruk dengan poin rendah. Baru-baru ini, Mario Andretti komentar tajam. Andretti juara F1 1978. Namanya diabadikan di sasis pertama Cadillac. Ia bilang Bottas dan Perez sudah "berkarat". Maksudnya, mereka kurang tajam setelah absen lama.
Perez balas cepat soal omongan itu. Bottas tak dapat komentar langsung dari Andretti. Tapi ia jelaskan keuntungan stay di F1 tahun lalu. Ia tetap siap balap kapan saja. "Yang bagus buat saya, saya harus latihan terus," ujar Bottas usia 36 tahun. "Siap masuk mobil mendadak. Jadi, saya tak ketinggalan banyak pas musim dingin." Ia alihkan fokus ke gym. Bukan hanya sepeda seperti biasa. "Lebih banyak angkat beban. Tapi tak ada yang baru dari rutinitas lama."
Bottas rasakan performa baik di mobil. Ia tes pramusim Cadillac. "Mobil ini fisiknya lebih ringan sekarang. Downforce rendah bikin kurang tuntut badan. Setidaknya buat saat ini." Ia tahu mobil F1 berubah cepat. "Nanti mobil lebih kencang. Akan tambah sulit secara fisik." Cadillac hadapi debut berat lawan tim besar seperti Mercedes dan Ferrari. Bottas dan Perez harus cepat adaptasi.
Pengalaman 10 GP win Bottas dan 6 milik Perez jadi modal utama. Reserve role 2025 bantu mereka jaga ritme. Tak seperti Perez yang full out satu tahun. Itu beda cerita. Bottas yakin ia lebih siap gaspol musim 2026.
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi Rawas, All Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News
Suka Artikel ini?
Tags
BERITA OTOSPORTS


