![]() |
| Igor Thiago bersaing dengan Erling Haaland untuk meraih Sepatu Emas (Foto : FA) |
Perssilam - Igor Thiago menyatakan rasa bangganya yang mendalam. Ia tampil mencuri perhatian bersama Brentford. Kini ia masuk dalam persaingan ketat untuk jadi top skor Premier League. Penyerang 24 tahun ini bersaing langsung dengan Erling Haaland. Mereka berebut Sepatu Emas. Itu adalah penghargaan untuk pencetak gol terbanyak di liga Inggris. Thiago tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya.
Perjalanan Thiago ke posisi ini penuh rintangan. Brentford mendatangkannya pada 2024. Biayanya sekitar 33 juta euro dari klub sebelumnya. Tapi musim pertama berjalan buruk. Cedera meniskus menghantamnya. Meniskus adalah tulang rawan di lutut yang mudah rusak. Cedera lutut lain ikut menyusul. Total ia absen lebih dari 250 hari. Ia melewatkan sekitar 35 pertandingan. Situasi itu lambatkan proses adaptasinya di sepak bola Inggris. Cuaca dingin dan gaya bermain kasar jadi tantangan tambahan.
Musim ini semuanya berubah drastis. Ia cetak 24 gol dan satu assist. Itu dari 34 laga di semua kompetisi. Sebanyak 21 gol lahir di Premier League saja. Catatan ini buat dia jadi pemain Brasil paling subur dalam satu musim di liga top Inggris. Sejarah mencatatnya sebagai pencapaian langka bagi striker asal Brasil.
Sekarang Thiago hanya beda satu gol dari Haaland. Ia bahkan punya persentase konversi peluang lebih unggul. Artinya ia lebih efisien ubah tembakan jadi gol dibanding striker Manchester City itu. Thiago bilang ia tak sangka bisa capai level ini begitu cepat. “Ini sesuatu yang membuat saya sangat bahagia. Bahkan dalam mimpi terliar saya, saya tidak pernah membayangkan bisa mengalami ini secepat ini, di usia 24 tahun, bersaing dengan pemain seperti Haaland,” kata Thiago. Thiago anggap Haaland sebagai panutan. Ia belajar banyak dari gaya bermain Haaland. “Saya banyak belajar hanya dengan melihat dia bermain. Pergerakannya dan bagaimana dia memanfaatkan peluang benar-benar jadi pelajaran bagi saya,” tambahnya. Haaland dikenal gesit di kotak penalti. Ia pandai posisi diri untuk terima umpan.
Di balik gol-golnya, Thiago tekankan peran iman. Keimanan jadi kunci utama kariernya. “Tanpa ragu, kunci utama dari semuanya adalah Tuhan dan keluarga saya. Saya percaya semua yang terjadi dalam hidup saya adalah bagian dari rencana-Nya,” ungkapnya. Keluarga beri dukungan moral saat cedera.
Ia sadar tak bisa andalkan tenaga sendiri. “Saya sadar bahwa saya tidak cukup hanya dengan kemampuan sendiri. Tuhan yang memberi saya kekuatan dan kemampuan untuk melakukan semua ini,” lanjut Thiago. Sikap ini bantu ia bangkit dari keterpurukan.
Thiago juga mulai bersinar di timnas Brasil. Ia dapat panggilan pertama. Debutnya saat lawan Prancis. Lalu ia cetak gol perdana dalam kemenangan atas Kroasia. Itu tunjukkan bakatnya di level internasional.
Pemanggilannya diketahui lewat cara unik. “Saya sedang dalam perjalanan ke stadion untuk melawan Wolves. Begitu tahu pengumuman skuad akan keluar, saya langsung lari ke toilet untuk menontonnya. Itu pengalaman yang lucu sekaligus luar biasa,” ceritanya. Momen itu jadi kenangan manis. Performa Thiago terus naik. Ia jadi tumpuan utama Brentford. Tim mid-table ini untung besar darinya. Kini ia layak dihitung sebagai striker top di sepak bola Eropa. Masa depan cerah menantinya.
Advertising
Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi Rawas, All Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News
Suka Artikel ini?
Tags
BERITA LIGA INGGRIS


