![]() |
| Lamine Yamal Dihujat oleh Suporter Atletico Madrid (Foto : AFP/LLUIS GENE) |
Perssilam - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, alami perlakuan kasar dari suporter Atletico Madrid. Insiden ini terjadi saat Yamal tampil penuh 90 menit. Barcelona datang ke markas Atletico di pekan ke-30 Liga Spanyol musim 2025-2026. Laga digelar di Stadion Wanda Metropolitano pada Sabtu, 4 April 2026. Timnya menang tipis 2-1. Yamal tak cetak gol atau assist. Tapi ia main brilian sepanjang pertandingan.
Advertising
Ia ciptakan lima operan kunci, rekor tertinggi di skuad Barcelona. Ia juga lepaskan tujuh tembakan ke arah gawang. Hasilnya, situs Whoscored beri nilai tertinggi 8,4 untuknya. Sebagai pemain paling oustanding dari Barcelona, wajar Yamal dapat sasaran intimidasi fans tuan rumah. Ia produk La Masia, akademi top Barcelona. Fans Atletico sering keras pada lawan.
Contohnya, saat Yamal ambil tendangan sudut. Beberapa suporter teriak cemooh dari tribun. "Kamu jelek banget, mending main di Maroko aja," kata mereka. Kata-kata itu terdengar jelas. Ini tunjukkan nada rasisme halus. Yamal lahir di Spanyol dari orang tua Maroko. Empat hari sebelum laga itu, Yamal saksikan kejadian buruk lain. Saat Spanyol jamu Mesir di laga uji coba.
Sejumlah fans Tim Matador teriak chant rasis. "Siapa pun yang tak lompat adalah Muslim," nyanyi mereka. Mayoritas warga Mesir beragama Islam. Chant itu bukan langsung ke Yamal. Tapi Yamal sendiri seorang Muslim. Ia lahir dari keluarga Muslim. Ini buatnya tersinggung. Yamal langsung luapkan amarah di Instagram.
Postingan pertamanya: "Saya seorang Muslim, alhamdulillah." Ia lanjut: "Kemarin di stadion, terdengar nyanyian 'siapa pun yang tidak melompat adalah Muslim'. Saya tahu itu untuk tim lawan, bukan pribadi ke saya. Tapi sebagai Muslim, itu tak sopan dan tak bisa ditolerir." Ia tambah: "Saya paham tak semua fans begitu. Tapi buat yang nyanyi itu: pakai agama sebagai lelucon di stadion bikin kalian kelihatan bodoh dan rasis." Yamal tekankan: "Sepak bola untuk dinikmati dan disoraki.
Bukan untuk hina orang karena identitas atau keyakinan mereka." Ia tutup: "Meski begitu, terima kasih yang dukung kami. Sampai jumpa di Piala Dunia." Respons Yamal cepat dapat dukungan luas. Banyak fans puji sikapnya. Ini soroti masalah rasisme di sepak bola Eropa.
Yamal, di usia muda, jadi panutan. Ia tunjukkan performa top di lapangan. Juga berani lawan diskriminasi. Insiden ini ingatkan wasit dan federasi. Mereka harus tegas tangani fans nakal. La Masia hasilkan bintang seperti Yamal. Ia debut Barcelona sejak remaja. Kini ia kunci timnas Spanyol. Kemenangan atas Atletico bukti ketangguhannya.
Meski dihina, ia fokus main. Nilai 8,4 Whoscored bukti nyata. Operan kunci lima kali bantu serangan. Tujuh tembakan tekan pertahanan lawan. Fans Atletico kalah sabar lihat aksinya. Chant jelek mereka tak hentikan Yamal. Malah bikin ia lebih kuat. Kejadian Mesir tambah konteks. Spanyol menang uji coba itu. Tapi chant rasis rusak suasana. Yamal, sebagai Muslim Spanyol, rasakan dampaknya. Postingannya viral cepat. Ribuan like dan share. Ia sebut Piala Dunia di akhir. Itu target besarnya tahun ini. Yamal janji tampil maksimal. Sepak bola butuh pemain seperti dia. Berbakat dan berani bicara benar.
Advertising

Berita Olahraga Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen-Musirawas SportNews-Perssilam Musi Rawas, All Rights Reserved ©2026. Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Musi RawasSportNews melalui platform Google News
Tags
BERITA LIGA SPANYOL

